Jakarta, 1 Juni 2026 – Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum krusial bagi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) untuk menegaskan bahwa mencintai tanah air wajib berjalan beriringan dengan menjaga alamnya. Mengusung tema “Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa dan Pondasi Perdamaian Dunia”, Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, mengingatkan kembali bahwa masa depan yang berkelanjutan hanya bisa dibangun di atas fondasi persatuan dan tanggung jawab bersama.
Menteri Jumhur menginstruksikan seluruh jajarannya untuk membumikan nilai-nilai Pancasila. Pancasila tidak boleh sekadar menjadi hafalan, melainkan harus menjadi kompas moral dalam setiap kebijakan perlindungan lingkungan dan pelayanan publik.
“Jadikan Pancasila sebagai jangkar moral dan fondasi dari seluruh aktivitas berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hadir dalam setiap keputusan, kebijakan, dan tindakan kita, baik sebagai pelayan publik maupun sebagai warga negara,” ujar Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur menegaskan bahwa dalam sejarah panjang Indonesia, Pancasila telah terbukti menjadi daya rekat yang luar biasa. Sejak era perjuangan kemerdekaan hingga tantangan pembangunan modern saat ini, ideologi ini terbukti ampuh menjembatani perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, dan sudut pandang di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, Menteri Jumhur menekankan bahwa semangat persatuan ini harus menjiwai setiap regulasi. Kebijakan lingkungan yang dilahirkan oleh KLH/BPLH harus berorientasi pada kepentingan publik dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Tidak hanya di dalam negeri, Menteri Jumhur juga menyoroti bagaimana Pancasila menjadi pemandu Indonesia di panggung internasional. Nilai-nilai luhur tersebut menjadi ruh dari politik luar negeri bebas aktif yang konsisten membawa misi perdamaian dunia.
“Pancasila juga menjadi dasar pijakan dan haluan politik negara dalam menjaga perdamaian dunia. Melalui politik luar negeri bebas aktif, Indonesia terus mengambil peran untuk menghadirkan solusi, membangun persahabatan antarbangsa, dan memperkuat perdamaian global,” jelas Menteri Jumhur.
Di akhir arahannya, Menteri Jumhur mengajak seluruh keluarga besar KLH/BPLH untuk menghidupkan Pancasila dalam tindakan sehari-hari. Baginya, visi besar mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berdaulat mustahil tercapai tanpa komitmen bersama pada ideologi bangsa.
Semangat tersebut juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi pembangunan nasional. Pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan harus berjalan beriringan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bagi KLH/BPLH sendiri, Hari Lahir Pancasila 2026 adalah pengingat hakikat kerja mereka: bahwa merawat bumi, menjaga hutan, dan membersihkan sungai adalah wujud paling konkret dari pengamalan nilai gotong royong, keadilan sosial, dan tanggung jawab moral kepada generasi masa depan. Lewat komitmen ini, KLH/BPLH siap mengawal lingkungan hidup sebagai fondasi utama keberlanjutan bangsa.