Makassar, 5 Juni 2026 – Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Melalui forum Cengkrama Iklim di Universitas Hasanuddin (Unhas), sebanyak 350 mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim dibekali pengetahuan dan pengalaman praktis untuk menjadi penggerak aksi iklim di tengah masyarakat.
Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim KLH/BPLH, Irawan Asaad, mengatakan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mempercepat aksi iklim di tingkat lokal.
Kami menaruh harapan besar di pundak generasi muda, khususnya 350 Hasanuddin Muda calon peserta KKN ini, agar mampu menyerap ilmu praktis dari para pakar dan langsung menerapkannya dalam aksi nyata di lapangan," ujar Irawan.
Bagi KLH/BPLH, keberhasilan aksi iklim tidak selalu dimulai dari program besar. Perubahan sering kali lahir dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten bersama masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan oleh penggerak Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari Sulawesi Selatan, Muhammad Ikhwan, yang berbagi pengalaman mendampingi masyarakat membangun ketahanan lingkungan dari tingkat lokal. Menurutnya, memahami kebutuhan warga dan membangun kepercayaan merupakan fondasi utama sebelum menjalankan program apa pun.
"Kalau tidak berani sampai finish, jangan pernah mulai di start. Konsistensi kecil jauh lebih berdampak daripada program besar yang tidak berkelanjutan," pesann Ikhwan kepada para peserta.
Selain membahas penguatan komunitas, para mahasiswa juga diajak melihat persoalan sampah dari sudut pandang yang berbeda. Founder Forum Komunitas Hijau, Ahmad Yusran, menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular dan green jobs.
Mulai dari memilah sampah dari sumber, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga mengembangkan inovasi pengolahan limbah di tingkat komunitas, seluruh langkah tersebut dinilai dapat menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi emisi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, KLH/BPLH berharap lahir lebih banyak anak muda yang tidak hanya memahami isu perubahan iklim, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di daerah masing-masing. Dari desa, pesisir, hingga kawasan perkotaan, aksi-aksi kecil yang dilakukan secara bersama diyakini dapat menjadi kekuatan besar untuk menjaga lingkungan dan masa depan iklim Indonesia.