Logo

Dari Kumuh Menjadi Ekowisata Mandiri: Menteri LH/Kepala BPLH Jadikan Tukad Bindu Bukti Nyata Aksi Iklim Berbasis Komunitas

09 Juni 2026 228 Dilihat
Dari Kumuh Menjadi Ekowisata Mandiri: Menteri LH/Kepala BPLH Jadikan Tukad Bindu Bukti Nyata Aksi Iklim Berbasis Komunitas

Nomor: SR.118/HUMAS/KLH-BPLH/6/2026

 

Denpasar, 9 Juni 2026 – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) kembali menegaskan bahwa solusi perubahan iklim paling efektif berawal dari akar rumput. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, turun langsung meninjau kawasan Tukad Bindu di Denpasar, Bali, untuk berdialog langsung dengan pahlawan lingkungan lokal: komunitas peduli sungai dan pengelola sampah setempat.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengakuan negara terhadap transformasi luar biasa Tukad Bindu. Sungai yang dulunya kotor, sarang penyakit, dan terbengkalai, kini berhasil disulap oleh masyarakat menjadi kawasan ekowisata mandiri yang produktif dan asri. Keberhasilan ini menjadi blueprint nyata bagaimana restorasi ekologi yang digerakkan oleh inisiatif warga dapat menghasilkan manfaat ganda: memulihkan alam sekaligus menggerakkan ekonomi sosial masyarakat.

 

Menteri Jumhur memberikan apresiasi tertinggi atas dedikasi tanpa henti dari para relawan.

 

“Aksi nyata seperti yang dilakukan para relawan di Tukad Bindu dalam mengelola sampah dan menjaga sungai merupakan fondasi utama ekonomi sirkular yang sesungguhnya, sekaligus menjadi urat nadi Program Indonesia ASRI,” ujar Menteri Jumhur.

KLH/BPLH melihat Tukad Bindu bukan hanya sebagai kisah sukses lokal, tetapi sebagai model tata kelola lingkungan yang memiliki daya tahan (resilience) dan daya sebar (multiplier effect) yang luar biasa. Saat ini, model pendekatan inovatif Tukad Bindu tengah direplikasi di sedikitnya empat ruas sungai lain di Bali. Hal ini menjadi langkah maju yang masif dalam pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) berbasis kekuatan komunitas.

Transformasi ini sangat selaras dengan tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, yakni "Inspired by Nature, for Climate, for Future". Di tingkat nasional, KLH/BPLH menerjemahkannya melalui semangat kebersamaan "Saatnya Bekerja untuk Iklim".

Melalui tema ini, Pemerintah menegaskan urgensi percepatan aksi nyata di berbagai sektor, mulai dari rehabilitasi sungai, konservasi DAS yang terintegrasi, hingga pengurangan timbulan sampah plastik di sumbernya untuk mendukung target emisi nol bersih (Net Zero Emission) Indonesia.

Ke depan, KLH/BPLH akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan guna memastikan inisiatif-inisiatif brilian seperti Tukad Bindu tidak berhenti di Bali, melainkan menular ke seluruh penjuru Nusantara. Selain itu, Menteri Jumhur juga menginginkan ruang dialog terbuka ini menjadi sarana masyarakat untuk memberikan masukan dan mengkritisi kebijakan lingkungan.

 

Catatan untuk Redaksi:

Program Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI): Merupakan program arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Tujuannya mengajak kolaborasi Masyarakat untuk mendorong ekonomi sirkular, pengelolaan sampah terpadu, dan penghijauan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Penanggung Jawab:

Kepala Biro Hubungan Masyarakat

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup

Yulia Suryanti 

Telepon: +62 811-9434-142
Website: kemenlh.go.id
E-mail: humas@kemenlh.go.id
Instagram: kemenlh_bplh
Youtube: KLH-BPLH
TikTok: Kemenlh_BPLH
X: KemenLH_BPLH

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image