Logo

Edukasi di Tingkat Tapak, KLH/BPLH Ajak Warga Kelola Sampah dari Rumah

31 Maret 2026 363 Dilihat
Edukasi di Tingkat Tapak, KLH/BPLH Ajak Warga Kelola Sampah dari Rumah

Jakarta, 31 Maret 2026 — Dalam upaya komunikasi, infromasi, dan edukasi secara masif terkait pengelolaan sampah di tingkat tapak, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melalui Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut (PPKWPL) memberikan edukasi kepada masyarakat di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, komunitas hingga masyarakat setempat. Masyarakat diajak memahami pentingnya memilah sampah, mengurangi timbulan, hingga memanfaatkan bank sampah sebagai bagian dari solusi pengelolaan yang berkelanjutan.

Langkah ini menjadi semakin relevan bagi wilayah di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipinang. Kondisi sungai sangat dipengaruhi oleh perilaku pengelolaan sampah di lingkungan permukiman, sehingga perubahan kecil di tingkat rumah tangga dapat berdampak besar bagi kualitas lingkungan.

Kapokja Data dan Informasi, Direktorat PPKWPL KLH/BPLH, Linda Krisnawati menekankan bahwa pengelolaan sampah organik perlu menjadi fokus utama di tingkat rumah tangga, mengingat porsinya mendominasi timbulan sampah, yakni sekitar 55–60%.

“Dengan target yang jelas dan keterlibatan aktif masyarakat, pengelolaan sampah di tingkat lingkungan diharapkan dapat berjalan lebih konsisten dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” jelas Linda.

Kapokja Perencanaan dan Infrastruktur Hijau, Direktorat PPKWPL KLH/BPLH, Iwan Nirawandi, menambahkan bahwa Kelurahan Dukuh menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Gerakan  Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.

Iwan memaparkan berbagai cara sederhana yang dapat dilakukan warga, seperti pengolahan sampah organik menggunakan komposter maupun pemanfaatan eco-enzyme. Pendekatan ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari rumah masing-masing.

Pengalaman praktik langsung juga dibagikan oleh seorang warga dari Bank Sampah Tri Alam Lestari, Tri Sugiarti, yang menceritakan proses reaktivasi bank sampah, berbagai tantangan di lapangan, hingga potensi ekonomi dari hasil pengelolaan sampah. Tri Sugiarti juga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik bisa dimulai dari langkah sederhana yang konsisten dilakukan di rumah.

Melalui edukasi ini, diharapkan pengelolaan sampah tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan menjadi kebiasaan baru yang dimulai dari rumah. Langkah sederhana seperti memilah dan mengelola sampah organik diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah secara signifikan, sekaligus mencegah pencemaran di saluran air, sungai, dan lingkungan sekitar.

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image