Logo

Hijaukan Alam, Inspirasi Masa Depan: Aksi Nyata Menteri LH dari Telaga Madirda hingga Panggung Pelajar Internasional

13 Mei 2025 51 Dilihat
Hijaukan Alam, Inspirasi Masa Depan: Aksi Nyata Menteri LH dari Telaga Madirda hingga Panggung Pelajar Internasional

Karanganyar, 13 Mei 2025 — Pagi itu, udara segar menyelimuti Telaga Madirda di kaki Gunung Lawu. Riak tenang air dan gemerisik daun jadi saksi ketika Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq turun langsung memulai gerakan hijau: menanam pohon dan melepas benih ikan. Tidak hanya sekadar simbolik, kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Sebanyak 1.500 bibit pohon multiguna—seperti alpukat, jeruk bali, nangka madu, hingga durian musang king—ditanam di kawasan Telaga Madirda, Desa Berjo, Karanganyar, Jawa Tengah. Selain mempercantik lanskap, pohon-pohon ini akan menjadi benteng alami yang menahan erosi, memperkuat serapan air, dan menyediakan habitat bagi satwa liar.

Di perairan telaga, 3.000 benih ikan tombro dilepaskan. Ikan lokal ini dipilih karena perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem air tawar tanpa mengancam keanekaragaman hayati. Ia membantu membersihkan sisa organik dan mendukung rantai makanan alami di perairan telaga.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi langkah konkret memperkuat ketahanan pangan dan air,” ujar Menteri Hanif seusai menanam pohon bersama Bupati Karanganyar Rober Christant dan Dirut PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah.

Usai aksi lapangan, suasana berlanjut dengan dialog bersama warga, pegiat lingkungan, dan pengelola BUMDes. Isu-isu seperti pengelolaan sampah, ekonomi lokal berbasis lingkungan, hingga replikasi program serupa di daerah lain, menjadi bahasan utama. Ini menunjukkan bagaimana sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi lokal bagi tantangan global.

Masih di hari yang sama, Menteri Hanif bergeser ke Tawangmangu, menjadi pembicara kunci dalam Al Azhar IIBS International School Conference bertema “SDGs: Utilizing and Protecting the Environment in the Age of Technology.” Di hadapan para pelajar dan akademisi dari berbagai negara, ia menyampaikan pesan kuat: bahwa generasi muda memiliki peran sentral dalam menciptakan masa depan berkelanjutan.

Kita bukan generasi terakhir. Kita bisa menjadi generasi berkelanjutan pertama,” serunya, memantik semangat audiens muda.

Ia mengajak para pelajar untuk memulai aksi dari niat yang tulus, menggunakan platform digital untuk menyebarkan kebaikan, dan menjadikan harapan sebagai strategi, bukan sekadar impian.

Dengan mengutip ajaran Islam yang menekankan kepedulian terhadap bumi, air, hewan, dan pohon, Menteri Hanif menutup orasinya dengan pesan penuh harapan: “That change begins with intention. With action. With courage. And you—with all your creativity, compassion, and conviction—can lead it.”

Melalui aksi hijau dan pidato inspiratifnya, Menteri Hanif tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan dan kesadaran baru di hati masyarakat dan generasi muda tentang pentingnya menjaga bumi karena masa depan adalah warisan yang harus dijaga bersama. (Berita Oleh: Yus-Danang, Pusdal LH Jawa; YFW-Ed.)

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image