Logo

Kawal Investasi Hijau, Menteri LH Pastikan Industri Kendaraan Listrik Selaras dengan Target Ekonomi Rendah Karbon

28 Agustus 2026 186 Dilihat
Kawal Investasi Hijau, Menteri LH Pastikan Industri Kendaraan Listrik Selaras dengan Target Ekonomi Rendah Karbon

SIARAN PERS

Nomor: SR.198/HUMAS/KLH-BPLH/8/2026

Magelang, 28 Agustus 2026 - Pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) nasional kini dipatok bukan sekadar instrumen transisi energi, melainkan pilar utama kemandirian ekonomi bangsa untuk memastikan target net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat benar-benar terwujud di bumi Nusantara. Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, saat memberikan sambutan kunci dalam acara Go-See and Pitch Trip kunjungan industri ke PT VKTR Sakti Industries di Magelang.

"Ini adalah bukti bahwa Indonesia melaksanakan kerja ke arah net zero emission tahun 2060. Yaitu membangun suatu industri otomotif berbasis listrik yang tentu tidak mengeluarkan emisi seperti kendaraan konvensional berbahan bakar," tutur Menteri Jumhur. 

​Menurutnya, langkah progresif ini secara langsung menerjemahkan pesan para pendiri bangsa mengenai Trisakti, khususnya prinsip berdikari secara ekonomi yang kini terus digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto guna memperkokoh fondasi industri dalam negeri.

Ekosistem Menyeluruh: Baterai hingga Green Jobs

Menteri Jumhur mengingatkan bahwa transformasi ke kendaraan listrik tidak boleh berhenti pada pergantian mesin dari bahan bakar minyak ke motor listrik semata. Pemerintah menuntut pembangunan ekosistem industri yang utuh dari hulu hingga hilir.

"Transformasi ini adalah pembangunan ekosistem industri nasional yang mencakup manufaktur, riset dan inovasi, penguatan rantai pasok, hilirisasi mineral, pengembangan teknologi baterai, serta penciptaan green jobs yang berkualitas," tegas Menteri Jumhur.

Konsistensi kebijakan mutlak diperlukan untuk mendongkrak investasi, memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global.

Libatkan Warga Lokal dan Utamakan Budaya Zero Accident

Di balik ambisi besar tersebut, keberhasilan investasi sangat ditentukan oleh kesiapan sosial. Menteri Jumhur mengingatkan agar pembangunan industri senantiasa melibatkan warga sekitar sejak awal agar investasi memperoleh kepercayaan publik serta dukungan masyarakat dalam keberlangsungannya.

Selain itu, operasional pabrik wajib menjadikan budaya Zero Accident dan keselamatan kerja (K3) sebagai fondasi utama tata kelola industri modern.

KADIN Sambut Baik Sinergi Lingkungan dan Industri

Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, menyambut hangat sinergi strategis yang bertepatan lima bulan setelah peninjauan langsung Presiden Prabowo Subianto ke fasilitas produksi VKTR ini.

"Ini merupakan upaya mandiri dari sisi industri dan juga dari aspek karbon bisa dikurangi, juga mengurangi subsidi bahan bakar, dan juga membuka lapangan kerja," ungkap Anindya. Anindya mengapresiasi arah industrialisasi nasional di bawah KLH/BPLH yang tidak sekadar mengejar TKDN, tetapi memastikan efek lingkungan yang optimal. 

​Melalui sinergi lintas sektor ini, KLH/BPLH berkomitmen penuh mengawal setiap investasi kendaraan listrik agar berjalan selaras dengan standar lingkungan, kepatuhan hukum, dan kesejahteraan sosial demi tercapainya target net zero emission

Penanggung Jawab:

Kepala Biro Hubungan Masyarakat

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup

Yulia Suryanti 

Telepon: +62 811-9434-142
Website: kemenlh.go.id
E-mail: humas@kemenlh.go.id
Instagram: kemenlh_bplh
Youtube: KLH-BPLH
TikTok: Kemenlh_BPLH
X: KemenLH_BPLH

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image