Jakarta, 30 Maret 2026 — Suasana hangat terasa berbeda di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Senyum yang saling terlempar, jabat tangan yang lebih lama dari biasanya, dan sapaan yang tulus menjadi penanda. Ini bukan sekadar hari kerja biasa, melainkan momen kembali ke fitrah.
Dalam balutan acara Pembinaan Pegawai yang dirangkaikan dengan Halalbihalal 1447 Hijriah, seluruh jajaran KLH/BPLH berkumpul, sebagian hadir langsung di Jakarta, sebagian lagi mengikuti secara daring dari berbagai penjuru Indonesia. Namun jarak terasa luruh oleh semangat kebersamaan.
Di tengah suasana yang penuh keakraban, Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, mengingatkan bahwa Halalbihalal memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar tradisi.
“Momen Halalbihalal ini bukan sekadar tradisi saling memaafkan, melainkan ajang konsolidasi internal. Kita kembali bekerja dengan hati yang bersih dan semangat baru untuk menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari krisis iklim hingga penguatan ekonomi sirkular,” ujar Menteri Hanif.
Pernyataan itu terasa relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini. Isu lingkungan tidak lagi berdiri sendiri, namun saling terhubung dengan aspek sosial dan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan bukan hanya kebijakan yang kuat, tetapi juga sinergi yang tulus antarunit kerja.
Hal tersebut tampak dalam dinamika acara. Sekat-sekat birokrasi mencair, digantikan percakapan yang lebih terbuka. Para pegawai dari berbagai unit saling bertukar pandangan, membangun pemahaman, dan memperkuat koordinasi dengan cara yang lebih manusiawi.
Bagi Menteri Hanif, kebersamaan seperti ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat kerja kelembagaan. “Kegiatan hari ini merupakan upaya kolektif untuk membangun harmoni di lingkungan kerja. Dengan semangat kebersamaan Idulfitri, kita optimalkan kembali koordinasi antarunit kerja agar kebijakan lingkungan yang kita ambil semakin solid dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.”
Menjelang akhir acara, suasana kembali menghangat dalam sesi ramah tamah. Doa bersama dipanjatkan, menyatukan harapan agar setiap langkah ke depan dilandasi niat baik dan tanggung jawab yang kuat.
Karena pada akhirnya, kembali fitrah bukan hanya tentang membersihkan diri secara pribadi, tetapi juga memperbarui komitmen untuk menjaga bumi.
Dari kebersamaan itu, satu pesan terasa jelas, menjaga lingkungan hidup dimulai dari hati yang bersih dan semangat yang terus diperbarui.