Logo

Kolaborasi Bersama Warga Lokal, Rest Area KM 487 A Boyolali Jadi Teladan Pengelolaan Sampah

15 Maret 2026 652 Dilihat
Kolaborasi Bersama Warga Lokal, Rest Area KM 487 A Boyolali Jadi Teladan Pengelolaan Sampah

Boyolali, 15 Maret 2025 – Pengelolaan sampah di Rest Area KM 487 A Boyolali mendapat perhatian khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dalam pemantauan sejumlah titik pemberhentian pemudik menjelang Lebaran. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan kebersihan fasilitas publik tetap terjaga di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.

Di Rest Area KM 487 A, pengelola telah menyediakan shelter sampah di bagian belakang kawasan sebagai tempat penampungan sementara sebelum sampah diangkut. Proses pengangkutan dilakukan dua kali sehari, pukul 08.00 dan 16.00, yang dilakukan oleh warga setempat. Setelah itu, warga mengelola sampah agar dapat dimanfaatkan kembali, sehingga tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah. Langkah ini mendapat apresiasi dari Wakil Menteri LH/Wakil Kepala BPLH, Diaz Hendropriyono, yang menilai keterlibatan masyarakat sebagai salah satu strategi efektif mengurangi timbulan sampah.

“Keterlibatan masyarakat seperti ini sangat positif. Sampah yang dikelola bersama tidak hanya memberi manfaat, tetapi juga membantu mengurangi timbulan sampah secara signifikan,” ujar Wamen Diaz saat meninjau lokasi.

Namun, dalam pemantauan ditemukan bahwa sampah organik dan anorganik masih ditempatkan dalam satu shelter, sehingga pengelolaan dan pemanfaatannya belum optimal. Pengelola menjelaskan bahwa keterbatasan lahan menjadi kendala dalam pemisahan sampah. Menanggapi hal ini, Wamen Diaz mendorong pengelola untuk menambah area penampungan sampah sehingga pemilahan organik dan anorganik dapat dilakukan lebih maksimal.

“Kalau sudah dipilah, sebaiknya dipisahkan juga tempat penampungannya. Dengan begitu, pengelolaan dan pemanfaatan sampah bisa lebih baik, sekaligus memudahkan warga dalam menjalankan pemilahan,” tambah Wamen Diaz.

Wamen Diaz menegaskan bahwa pemilahan sampah sejak awal merupakan langkah penting untuk memastikan proses pengelolaan lebih efektif dan mempermudah pemanfaatan kembali sampah, sekaligus meringankan beban pengangkutan ke tempat pengolahan akhir.

Selain pengawasan dan arahan teknis, pemantauan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan partisipasi dalam pengelolaan sampah. Keterlibatan warga secara langsung, mulai dari pemilahan hingga pengelolaan sampah di shelter, menunjukkan bahwa kolaborasi antara pengelola fasilitas dan masyarakat dapat menjadi kunci sukses pengelolaan sampah di fasilitas publik.

KLH/BPLH berharap praktik baik di Rest Area KM 487 A Boyolali ini dapat dijadikan contoh dan direplikasi di rest area lain, sehingga kebersihan lingkungan publik dapat terjaga di tengah lonjakan aktivitas masyarakat selama mudik. Upaya ini juga menjadi bagian dari kampanye nasional “Mudik Minim Sampah” yang mendorong seluruh pihak, baik pengelola fasilitas maupun masyarakat, untuk bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah.
 

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image