Bandung, 23 September 2025 – Pengelolaan sampah organik menjadi langkah strategis dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus membentuk generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berwawasan lingkungan. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala BPLH, Diaz Hendropriyono, saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi edukasi dan inovasi pengelolaan sampah di Kota Bandung.
“Sampah makanan yang tidak dikelola dengan benar akan menghasilkan gas amonia yang berkontribusi terhadap pemanasan global,” kata Diaz. Pengurangan sampah organik adalah langkah penting dalam menekan emisi dan membangun masa depan yang berkelanjutan.
Didampingi Kepala Pusdal LH Jawa dan Kepala Biro Humas KLH/BPLH, Wamen Diaz mengawali kunjungan di Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, tempat ia berdialog langsung dengan mahasiswa dan meninjau fasilitas kampus, termasuk ruang kelas, asrama, dan perpustakaan. Dalam kesempatan itu, Diaz menekankan pentingnya integrasi pendidikan dan lingkungan sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap isu keberlanjutan.
Kunjungan berlanjut ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cicendo Hussein Sastra Negara 4, di mana Wamen Diaz meninjau Dapur Sehat Anak Bangsa (Dapur MBG) dan instalasi pengolahan air limbah. Bersama Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Diaz juga menyerahkan bantuan komposter sebagai dukungan konkret terhadap pengelolaan sampah organik di tingkat masyarakat.
“Sinergi lintas sektor sangat penting. Pengelolaan sampah tidak hanya soal lingkungan, tapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” tambah Diaz. Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang inovatif dan berkelanjutan.
Pada kunjungan terakhir di Sekolah Rakyat Wiyataguna, Wamen LH berinteraksi langsung dengan para siswa, meninjau fasilitas belajar, ruang makan, dan asrama. Antusiasme para pelajar menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan sejak dini memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran generasi penerus bangsa.
Melalui rangkaian kegiatan ini, KLH/BPLH menegaskan komitmennya membangun sinergi antara pendidikan, kesehatan, dan lingkungan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045 yang berdaya saing dan berkelanjutan.
(Yus Ade/ Pusdal LH Jawa)