Cibubur, 19 Agustus 2026 — Berkemah sambil merajut kepedulian bumi. Semangat inilah yang terpancar jelas pada arena Jambore Nasional ke-XII 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, di mana ribuan Pramuka Penggalang antusias menyerbu fasilitas edukasi lingkungan yang dihadirkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), melalui kawasan edukasi Global Development Village (GDV) dan Saka Kalpataru untuk mendalami praktik pelestarian alam secara interaktif.
Lelah Perjalanan Terbayar: Pengalaman Jihan Belajar Pengelolaan Sampah
Semangat tinggi tampak dari antusiasme peserta yang datang dari berbagai penjuru daerah, salah satunya siswi SMA Negeri 1 Batu asal Kwarcab Kota Batu, Jihan Naila Mirzani. Untuk bisa bergabung di arena Jambore Nasional ini, Jihan dan rombongannya harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang.
"Dari Kota Batu saya menaiki bus selama satu hari setengah melewati jalan tol dan berhenti di rest area empat kali. Kami berkemah di Buperta Cibubur selama satu minggu full," kenang Jihan.
Setibanya di lokasi, rasa lelah terasa terbayar lunas saat Jihan mengunjungi fasilitas edukasi lingkungan Saka Kalpataru milik KLH/BPLH. Di sana, Jihan mendapatkan pengalaman baru soal pengelolaan sampah yang sangat bermanfaat
"Tadi saya mendapatkan materi di Saka Kalpataru, dan saya senang sekali, seru! Soalnya baru pertama kali dapat materi seperti ini. Sangat bermanfaat karena di situ saya baru tahu apa itu hewan maggot. Kami diajarkan banyak hal, mulai dari cara membuang sampah, pengenalan bank sampah, cara mengelolanya, hingga bagaimana memilah sampah yang baik dan benar," tutur Jihan.
Pimpinan Saka Kalpataru Pusat sekaligus perwakilan Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Dadang Kusbiantoro, menyambut baik tingginya antusiasme para peserta muda tersebut.
"Hari ini kami berada di Booth Saka Kalpataru. Kita bisa melihat adik-adik Pramuka dari segala wilayah sangat tertarik mempelajari hal-hal terkait lingkungan hidup. Banyak hal yang bisa dipelajari di sini, mulai dari pemanfaatan sampah, mitigasi perubahan iklim, hingga perlindungan keanekaragaman hayati," jelas Dadang. Ia menambahkan bahwa materi disajikan secara aplikatif agar para Penggalang dapat menerapkannya sekembalinya ke daerah asal.
Semangat Menjaga Alam dari Ujung Timur Indonesia
Kisah perjalanan inspiratif lainnya dibagikan oleh anggota Pramuka Penggalang asal Kwarcab Raja Ampat, Wili Komboy. Demi mengikuti Jambore Nasional tahun ini, Komboy harus menempuh pelayaran laut selama beberapa hari.
"Dari Raja Ampat pertama kami ke Kota Sorong tempuh perjalanan 2 jam. Setelah itu ke pelabuhan dan naik kapal laut selama 5 hari ke Jakarta. Kapalnya singgah di Bau-Bau, lanjut ke Makassar, lanjut ke Surabaya, dan langsung sampai di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Walaupun capek, kami tetap semangat!" kata Komboy.
Sesampainya di Buperta Cibubur, Komboy menyempatkan diri mengunjungi area pameran program lingkungan yang disiapkan oleh KLH/BPLH di kawasan edukasi GDV. Di hadapan para fasilitator, Komboy menyampaikan apresiasi atas ilmu yang didapatkannya.
"Selamat siang dan Salam Pramuka! Perkenalan nama saya Wili Komboy dari Kwarcab Raja Ampat dan Kwarda Papua Barat Daya. Saya di sini berterima kasih kepada kakak-kakak dari Kementerian Lingkungan Hidup yang sudah memberikan ilmu kepada saya, karena bisa mendapat pengetahuan yang sangat baik," ungkap Komboy.
Bagi Komboy, pemahaman mengenai lingkungan sangat penting untuk dibawa pulang ke kampung halamannya di Papua. "Saya belajar tentang apa artinya membuang sampah pada tempatnya, karena bisa menghindari kita dari bencana banjir dan menjaga lingkungan agar tetap sehat. Terima kasih kakak-kakak!”.
Melalui partisipasi aktif di berbagai fasilitas edukasi yang dihadirkan oleh KLH/BPLH di Jambore Nasional tahun ini, para Pramuka Penggalang diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan praktis serta menumbuhkan kepedulian yang berkelanjutan terhadap kelestarian lingkungan di daerah masing-masing.