Logo

Menteri Jumhur: Green Indonesia Future Initiative Jadi Katalis Pembangunan Hijau Indonesia

04 Juni 2026 584 Dilihat
Menteri Jumhur: Green Indonesia Future Initiative Jadi Katalis Pembangunan Hijau Indonesia

 


Jakarta 04 Juni 2026. - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengatakan, peluncuran Program Kemitraan Green Indonesia Future Initiative (GIFT) bukan sekadar seremoni tapi merupakan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam pembangunan hijau.

"Inisiatif ini merupakan langkah maju dalam kolaborasi antara pemerintah dengan NGO, dunia usaha dan masyarakat untuk memastikan agenda pembangunan hijau bisa diimplementasikan secara nyata," kata Menteri Jumhur saat berbicara di Acara Peresmian Green Indonesia Future Initiative, di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), 

Menteri Jumhur berharap GIFT bisa jadi katalis dalam pembangunan hijau di Indonesia. Indonesia hanya dapat mencapai visi Indonesia emas pada 2045 dan mewujudkan zero emisi ada tahun 2060. Atau bahkan bisa lebih cepat apabila telah melakukan transformasi menyeluruh atas pembangunan hijau yang berkeadilan berketahanan dan berbasis inovasi.

"Transformasi ini menuntut mengubah cara pandang kita tentang pembangunan. Pembangunan ekonomi dan treatment lingkungan bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling menguatkan.Dalam proses ini kolaborasi nasional dan internasional menjadi kunci," kata Menteri Jumhur.

Menurut Moh Jumhur, pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan dan akademisi, masyarakat sipil harus bergerak bersama mengimplementasikan pembangunan hijau dan memastikan manfaat nya bisa dirasakan seluruh rakyat Indonesia.

"Transformasi pembangunan hijau akan didorong oleh pemahaman yang baik atas realitas empiris yang dihadapi. Terutama kebutuhan pendanaan iklim Indonesia sangat besar. Untuk mencapai target tahun 2030 Indonesia memerlukan 281 miliar dolar AS. Sedangkan pendanaan publik hanya mampu sekitar 34% dari kebutuhan pembiayaan. Kemudian untuk periode 2035 lebih besar lagi," kata Menteri Jumhur.

Menurut Menteri Jumhur, tantangan yang besar ini tidak bisa dipenuhi sendiri oleh pemerintah. Untuk itu pendanaan publik perlu dibantu obligasi dan investasi swasta, lembaga keuangan internasional.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas bersama Global Green Growth Institute (GGGI) meresmikan Program Kemitraan Green Indonesia Future Initiative (GIFI). Kegiatan ini menandai dimulainya fase baru kemitraan strategis Indonesia dan Global Green Growth Institute (GGGI) dalam mempercepat implementasi ekonomi hijau melalui penguatan kebijakan, pengembangan proyek, dan mobilisasi investasi.

Adapun Global Green Growth Institute (GGGI) adalah organisasi internasional antar-pemerintah yang berdedikasi untuk mendukung negara-negara berkembang dan ekonomi yang sedang tumbuh. Organisasi ini berfokus pada transisi menuju model pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan terhadap lingkungan (pertumbuhan hijau).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, tujuan pertumbuhan menjadi negara maju pada tahun 2045 dan komitmen menuju Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat, sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 mengamanatkan ekonomi hijau sebagai pengungkit utama transformasi ekonomi nasional yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus menurunkan emisi.

“Ekonomi hijau bukan lagi agenda lingkungan semata, melainkan jangkar daya saing bangsa. GIFT akan menjadi jembatan dinamis yang mengubah visi menjadi implementasi dan menyelaraskan kepentingan nasional dengan peluang investasi hijau global,” kata Menteri Rachmat Pambudy.

Menurut Menteri Pambudy, pendekatan ekonomi hijau mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata 6%–7% per tahun, menciptakan sekitar 1,2 juta lapangan kerja hijau (Green Jobs) setiap tahun hingga 2045, serta mendorong penurunan emisi gas rumah kaca hingga 33 juta ton karbon dioksida ekuivalen

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menyoroti pentingnya mewujudkan kebijakan dan target pembangunan menjadi aksi nyata. SBY berharap GIFT bisa menjadi hadiah yang indah bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

"Inisiatif yang luar biasa antara GGGI dan Indonesia ini akan menjadi bagian dari progress dan solusi untuk pembangunan berkelanjutan. Menyelamatkan bumi bukan hanya pilihan, tetapi keharusan. Oleh karena itu, saatnya kita melaksanakan commitment to action,” kata SBY.

Sedaangkan, Direktur Eksekutif GGGI, Sang-Hyup Kim, mengatakan, pentingnya kepemimpinan Indonesia dan nilai strategis dari inisiatif ini.

“GIFT merupakan pendekatan yang berpandangan ke depan dan terintegrasi untuk mempercepat transformasi hijau Indonesia, di mana kebijakan, investasi, dan implementasi bersatu untuk menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan," kata Direktur Sang-Hyup Kim.

Menurut Kim, hal ini dibangun di atas kemitraan yang kuat selama satu dekade antara Pemerintah Indonesia dan GGGI, yang telah berhasil memobilisasi sekitar USD800 juta investasi hijau dan memperluas jangkauannya hingga mencakup 47% wilayah kepulauan Indonesia (*)

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image