Nomor: SR.172/HUMAS/KLH-BPLH/8/2026
Wonosobo, 9 Agustus 2026 — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, meninjau langsung potensi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dalam rangkaian kunjungan kerja pada 8–9 Agustus 2026. Dalam lawatannya tersebut, Menteri Jumhur berdialog langsung dengan masyarakat pada Malam Puncak Peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo, Sabtu (8/8/2026), serta meninjau kemeriahan Festival Balon Udara di Alun-alun Wonosobo, Minggu (9/8/2026).
Optimalisasi Potensi Perdagangan Karbon bagi Kesejahteraan Masyarakat
Di hadapan masyarakat, Menteri Jumhur mengungkapkan bahwa Wonosobo menyimpan potensi besar untuk mendatangkan nilai tambah ekonomi melalui perdagangan karbon, berkat kerimbunan vegetasi, kawasan hutan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan penghijauan.
"Ada perdagangan karbon yang nilainya besar sekali. Perdagangan karbon sama dengan perdagangan oksigen. Yakni, oksigen yang dihasilkan dari kegiatan penanaman pohon bisa dikompensasikan dengan nilai uang," jelas Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur menegaskan, KLH/BPLH berkomitmen untuk memastikan proses perdagangan karbon ini berjalan transparan agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan upaya Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, yang menggerakkan warga menanam ratusan ribu pohon kopi di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing guna menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan produktivitas lahan.
Pengembangan Wisata Berbasis Lingkungan (Eco-Tourism)
Rangkaian kunjungan kerja berlanjut saat Menteri Jumhur menyaksikan Festival Balon Udara. Menteri Jumhur menilai kegiatan rutin tersebut memiliki daya tarik wisata yang tinggi dan mampu mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pariwisata yang menyenangkan.
"Saya lagi berpikir dan tadi sudah ngobrol-ngobrol dengan Bupati Wonosobo dan tokoh Wonosobo tentang eco-tourism yaitu pariwisata yang terkait dengan pemuliaan lingkungan," ujar Menteri Jumhur.
KLH/BPLH berharap agar sektor pariwisata berbasis keindahan dan kelestarian alam dapat menjadi keunggulan suatu daerah untuk mensejahterakan masyarakat sekitar. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, KLH/BPLH optimistis daerah-daerah di Indonesia dapat terus berkembang menjadi daerah yang maju dan mandiri secara parisiwisata dengan tetap menjaga kelestarian ekologis bagi generasi mendatang.
Penanggung Jawab:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
Yulia Suryanti
| Telepon | : +62 811-9434-142 |
| Website | : kemenlh.go.id |
| : humas@kemenlh.go.id | |
| : kemenlh_bplh | |
| Youtube | : KLH-BPLH |
| TikTok | : Kemenlh_BPLH |
| X | : KemenLH_BPLH |