Logo

Menteri LH Edukasi Warga Kelola Sampah Organik, Rorotan Jadi Model Pilah Sampah 100%

16 Maret 2026 726 Dilihat
Menteri LH Edukasi Warga Kelola Sampah Organik, Rorotan Jadi Model Pilah Sampah 100%

Jakarta Utara, 16 Maret 2026 – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus memperkuat upaya pengelolaan sampah dari sumbernya melalui program “Kelurahan Rorotan Pilah Sampah 100%” di Jakarta Utara. Program ini menjadi salah satu lokasi percontohan percepatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, khususnya untuk penanganan sampah organik rumah tangga.

Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan edukasi langsung kepada masyarakat serta kader Gerakan Pilah Sampah (GPS) dan kader Dasawisma mengenai pentingnya pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.

Menteri Hanif menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dan sebagai upaya mempercepat penyelesaian persoalan sampah, khususnya di wilayah perkotaan dari tingkat tapak, “Lebih dari separuh komposisi sampah perkotaan adalah sampah organik. Jika ini tidak kita tangani secara cepat dan sistematis, maka beban TPS dan TPA akan terus meningkat.”

Melalui program ini, KLH/BPLH mendorong pendekatan pengelolaan sampah dari sumbernya, terutama di tingkat rumah tangga dan komunitas. Salah satu metode yang diperkenalkan kepada masyarakat adalah lodong sisa dapur (Losida), yaitu sistem pengolahan sampah dapur melalui proses penguraian alami di dalam tanah.

Metode Losida dinilai efektif karena sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Sistem ini memanfaatkan pipa atau lodong yang ditanam di tanah untuk menampung sampah dapur, sehingga proses penguraian dapat terjadi secara alami sekaligus membantu meningkatkan kualitas tanah di sekitarnya.

Menteri Hanif menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kebiasaan dan disiplin pengelolaan sejak dari rumah. “Sebanyak apa pun teknologi yang kita gunakan, persoalan sampah tidak akan selesai jika tidak ditangani sejak dari sumbernya.”

Oleh karena itu, kader Gerakan Pilah Sampah (GPS) dan kader Dasawisma memiliki peran penting sebagai penggerak di masyarakat.  KLH/BPLH berharap para kader dapat menjadi agen perubahan yang mendorong masyarakat untuk mulai memilah dan mengolah sampah organik langsung dari rumah.

Melalui program ini, KLH/BPLH menargetkan Kelurahan Rorotan menjadi model percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain di Jakarta maupun di berbagai daerah di Indonesia. Program Pilah Sampah 100% diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya, sekaligus mengurangi beban pengangkutan sampah ke TPS dan TPA secara signifikan.
 

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image