Nomor: SR.136/HUMAS/KLH-BPLH/6/2026
London, 22 Juni 2026 – Di tengah perhelatan London Climate Action Week, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengumumkan detail cetak biru instrumen finansial hijau nasional yang berakar pada keadilan sosial. Indonesia memastikan bahwa implementasi pasar kredit keanekaragaman hayati tidak akan berjalan secara kapitalistik, melainkan menempatkan masyarakat adat dan penyelamatan ekosistem tapak sebagai penerima manfaat utama.
Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, memberikan peringatan keras di London bahwa rancangan pasar alam global sering kali melupakan mereka yang sebenarnya berkeringat menjaga hutan di lapangan.
"Izinkan saya menegaskan bahwa fondasi utama dari kredit keanekaragaman hayati yang sukses adalah pemberian manfaat yang adil dan merata bagi komunitas lokal dan masyarakat adat yang melakukan kerja keras nyata dalam konservasi di lapangan," ujar Menteri Jumhur secara lantang.
Indonesia membuktikan komitmen tersebut dengan memperkuat dua perisai hukum utama untuk melindungi masyarakat lokal dari risiko eksploitasi pasar alam global:
Selain integritas sosial, skema multi-kredit yang dirancang KLH/BPLH ini secara progresif mengubah paradigma konservasi konvensional. Alur investasi nyata tidak lagi sekadar menghitung luasan tutupan pohon, tetapi memberikan nilai ekonomi pada eksistensi flora dan fauna endemik. Melalui skema ini, keberhasilan menjaga habitat satwa langka yang terancam punah seperti harimau atau orangutan akan memiliki nilai bernilai tinggi, sehingga setiap nyawa di dalam ekosistem mendapatkan perlindungan yang terbiayai dengan layak.
Guna mencegah klaim lingkungan palsu, Indonesia menerapkan strategi ganda untuk menutup celah tersebut. Di satu sisi, KLH/BPLH menggerakkan mekanisme pasar sekaligus jalur non-pasar seperti filantropi dan penggalan dana kolektif (crowdfunding).
Di sisi lain, pertahanan kebijakan dalam negeri diperkuat melalui empat pilar strategis:
Langkah perlindungan dalam negeri yang dibawa ke forum internasional ini didukung penuh oleh koalisi domestik yang solid. KLH/BPLH memimpin integrasi lintas sektor ini berkolaborasi erat dengan Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bappenas, sektor swasta, aktivis masyarakat sipil, serta perwakilan masyarakat adat.
Penanggung Jawab:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
Yulia Suryanti
| Telepon | : +62 811-9434-142 |
| Website | : kemenlh.go.id |
| : humas@kemenlh.go.id | |
| : kemenlh_bplh | |
| Youtube | : KLH-BPLH |
| TikTok | : Kemenlh_BPLH |
| X | : KemenLH_BPLH |