Pekanbaru, 4 Mei 2026 — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning (FIA UNILAK). Kemitraan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara KLH/BPLH dan Universitas Lancang Kuning sejak Juli 2025, sekaligus memperkuat kolaborasi sebelumnya antara KLHK dan UNILAK periode 2021–2026 dalam pengendalian perubahan iklim.
Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim KLH/BPLH, Irawan Asaad, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam implementasi kebijakan iklim di tingkat masyarakat. “Perguruan tinggi memiliki peran kunci untuk memastikan kebijakan pengendalian perubahan iklim benar-benar menyentuh masyarakat dan memberikan manfaat nyata di tingkat tapak”.
Sementara itu, Dekan FIA UNILAK, Khuriyatul Husna, menyatakan kesiapan institusinya untuk mendukung implementasi kerja sama tersebut. Khuriyatul menekankan bahwa kolaborasi ini diharapkan menghasilkan praktik terbaik yang berdampak langsung dan dapat direplikasi di berbagai daerah.
Kerja sama yang dirancang berlangsung selama empat tahun ini mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna memperkuat aksi iklim di lapangan. Fokus utama meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan literasi iklim di kalangan sivitas akademika, serta pelaksanaan kajian strategis melalui penelitian, pemetaan, dan evaluasi kebijakan mitigasi dan adaptasi di tingkat lokal hingga nasional.
Sejumlah agenda prioritas turut dirancang, di antaranya penyelenggaraan simposium internasional tata kelola iklim, diseminasi kebijakan nasional terkait Nationally Determined Contribution (NDC) dan Sistem Registri Nasional, serta penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).
Sebagai implementasi nyata, program KKN Tematik akan melibatkan mahasiswa dalam pendampingan administrasi, penguatan kelembagaan lokal, edukasi lingkungan, serta monitoring aksi iklim berbasis masyarakat. Program ini diharapkan dapat mendukung capaian target nasional sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.
Melalui sinergi ini, pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan mampu mencetak generasi muda yang kompeten dan peduli lingkungan, serta mendorong tata kelola sumber daya alam yang lebih berkelanjutan dan mandiri.