Logo

Saatnya Bekerja untuk Iklim: Pelajaran dari Pagi di Cibubur

07 Juni 2026 652 Dilihat
Saatnya Bekerja untuk Iklim: Pelajaran dari Pagi di Cibubur

Pagi itu, langit di Buperta Cibubur masih menyisakan embun ketika ribuan orang mulai berdatangan. Mereka datang bukan untuk sebuah konser, bukan pula untuk pertandingan olahraga. Mereka datang membawa satu kesadaran yang sama: bumi sedang membutuhkan lebih banyak tangan yang mau bekerja untuknya.

Di antara kerumunan itu, terdapat sosok yang mungkin jarang menjadi pusat perhatian dalam berbagai peringatan resmi. Ada pemulung yang sehari-hari memilah sampah demi menghidupi keluarga. Ada petugas PPSU yang sejak subuh membersihkan jalan-jalan kota. Ada pelajar yang membawa tumbler sendiri, mahasiswa yang aktif di komunitas lingkungan, pegiat bank sampah, hingga warga biasa yang datang bersama anak-anak mereka. Mereka berkumpul dalam pembukaan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema global Inspired by Nature, For Climate, For Our Future dan tema nasional Saatnya Bekerja untuk Iklim. Peringatan HLH 2026 ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Di tengah berbagai pidato dan seremoni, sesungguhnya ada pesan yang jauh lebih sederhana namun sangat penting: perubahan iklim bukan lagi persoalan masa depan. Ia sudah hadir di sekitar kita.

Kita merasakannya ketika musim hujan datang tidak menentu. Ketika suhu udara terasa semakin panas. Ketika banjir dan kekeringan silih berganti menghampiri berbagai daerah. Perubahan iklim tidak lagi berbicara tentang data semata, tetapi tentang kehidupan sehari-hari masyarakat.

Namun pagi di Cibubur juga mengajarkan sesuatu yang lain. Di tengah berbagai tantangan lingkungan, harapan ternyata masih tumbuh.

Harapan itu terlihat ketika ribuan peserta mengikuti kerja bakti lingkungan (korve) sebagai simbol gotong royong menjaga bumi. Harapan itu hadir ketika Pemerintah bersama masyarakat menanam pohon untuk memuliakan bumi. Harapan itu tumbuh saat berbagai komunitas menunjukkan bahwa solusi tidak selalu harus mahal atau rumit. Kadang dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: membawa tas belanja sendiri, memilah sampah dari rumah, menghemat listrik, atau menanam satu pohon di teras rumah.

Tema global tahun ini mengingatkan kita bahwa alam bukan sekadar objek yang harus dilindungi. Alam adalah mitra terbaik dalam menghadapi krisis iklim. Hutan menyerap karbon. Mangrove melindungi pesisir. Sungai yang sehat menjaga ketersediaan air. Tanah yang subur membantu ketahanan pangan. Ketika kita merawat alam, sesungguhnya alam sedang membantu merawat masa depan kita.

Karena itu, aksi iklim tidak boleh hanya dipahami sebagai urusan pemerintah, aktivis lingkungan, atau ilmuwan, namun pekerjaan bersama. Sebagaimana yang tergambar dalam peluncuran Gerakan Indonesia ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—yang mengajak masyarakat menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Saya teringat seorang petugas kebersihan yang seringkali saya ajak diskusi dalam setiap kesempatan ketika bertemu, Pak Ali, seorang petugas PPSU di wilayah Kampung Melayu, "Kalau lingkungan bersih, hidup kita juga lebih nyaman," katanya.

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun di dalamnya tersimpan inti dari seluruh upaya perlindungan lingkungan. Kita menjaga bumi bukan semata demi pohon, sungai, atau udara. Kita melakukannya demi kualitas hidup manusia hari ini dan generasi yang akan datang.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 bukanlah garis akhir sebuah perayaan. Ia adalah titik awal untuk bekerja lebih keras bagi iklim.

Kini pertanyaannya bukan lagi apakah kita harus bertindak. Pertanyaannya adalah kapan?

Dan jawabannya ada pada tema yang kita gaungkan bersama tahun ini: saatnya bekerja untuk iklim.

Bukan besok.

Bukan ketika dampaknya semakin parah.

Tetapi sekarang!

Karena masa depan iklim tidak ditentukan oleh janji yang kita ucapkan, melainkan oleh tindakan yang kita lakukan hari ini. 

#NowForClimate #BekerjaUntukIklim #HLH2026

Depok, 7 Juni 2026

Penulis: Yulianti Fajar Wulandari, Pranata Humas pada Biro Humas KLH/BPLH

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image
Additional image