Logo

Tutup KELANA Episode 4 di Bandung Barat, KLH Ajak Generasi Muda Belajar Aksi Nyata Berbasis Masyarakat Jaga Ekosistem Danau di Saguling

04 September 2026 95 Dilihat
Tutup KELANA Episode 4 di Bandung Barat, KLH Ajak Generasi Muda Belajar Aksi Nyata Berbasis Masyarakat Jaga Ekosistem Danau di Saguling

Bandung Barat, 4 September 2026 — Penjelajahan inspiratif program Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda (KELANA) Episode 4 yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi berakhir di kawasan hulu Sungai Citarum, Bening Saguling Foundation, Bandung Barat, Kamis (3/9/2026). Di hari terakhirnya, 11 pelajar sekolah menengah atas (SMA) terpilih dari berbagai penjuru tanah air bersama Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titisari Kosasieputri, diajak menyelami langsung denyut nadi gerakan akar rumput yang berkolaborasi erat dengan dunia usaha untuk menyelesaikan persoalan ekologis secara konkrit.

 

​Mengubah Ancaman Gulma Menjadi Energi dan Karya

Fokus penjelajahan hari pemungkas ini berpusat pada program kemandirian masyarakat binaan PT PLN Indonesia Power UBP Saguling bersama Bening Saguling Foundation. Para peserta dihadapkan pada kenyataan lapangan bahwa gulma air dan limbah yang selama ini menjadi momok perairan waduk dapat disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

​Salah satu inovasi yang paling membetot perhatian peserta adalah pengolahan enceng gondok melimpah menjadi pelet biomassa sebagai bahan bakar alternatif, serta media tanam jamur konsumsi. Rasa takjub ini diungkapkan langsung oleh peserta asal SMAN 5 Pontianak, Aprianus Ganda.

​"Aku sangat tertarik karena di sini saya melihat kalau ternyata enceng gondok yang ada di daerah saya itu bisa dimanfaatkan sebagai pelet. Tapi bukan pelet untuk makanan ikan, tetapi pelet untuk pengganti bahan bakar atau biomassa melalui program pemberdayaan masyarakat oleh PLN IP UBP Saguling. Kemudian di Bening Saguling Foundation saya mendapat pengetahuan yang berkesan lainnya, ternyata enceng gondok itu tidak hanya dimanfaatkan sebagai pelet untuk bahan bakar, tapi juga ternyata bisa dijadikan karya, seperti kotak tisu, gelang, hingga bunga dari plastik-plastik waduk," tutur Aprianus.

​Sebagai penutup pesannya, Aprianus turut mengajak sesama generasi muda untuk mulai peduli dari hal-hal paling sederhana: “Ayo jaga bumi kita, ayo jaga sekitar, coba dari hal kecil, buang sampah pada tempatnya misalnya. Karena masa depan bumi itu adalah cerita yang kita tulis sendiri hari ini”.

 

Keteladanan Peraih Kalpataru Lestari dan Sinergi Korporasi

Jejak panjang pemulihan Citarum ini turut dipaparkan langsung oleh Pendiri Bening Saguling Foundation sekaligus penerima Kalpataru Lestari 2026 (setelah sebelumnya meraih Kalpataru Adya 2020), Indra Darmawan. Di hadapan para pelajar, Indra membagikan resep konsistensi merawat lingkungan berbasis gotong royong.

 ​"Alhamdulillah dengan aktifnya kami untuk pelestarian Sungai Citarum, kami berhasil mendapatkan Kalpataru Adya tahun 2020 dan tahun 2026 kemarin belum lama kami mendapat Kalpataru Lestari. Mulai dari pengelolaan sampah organik menjadi maggot dan pakan untuk 6.000 ekor ayam petelur, hingga pengolahan sampah anorganik menjadi papan plastik (plastic board) dan program pelestarian lingkungan lainnya," papar Indra.

Inovasi papan plastik (plastic board) temuan yayasan ini bahkan mewujud nyata dalam bangunan Omah Plastik, sebuah fasilitas pendidikan anak usia dini (TK) unik di mana para siswanya membayar iuran bulanan bukan dengan uang, melainkan menggunakan sampah plastik anorganik.

Sementara itu, Assistant Manager Humas PLN IP UBP Saguling, Taufan Kurniawan, menegaskan bahwa kemitraan strategis yang dirajut sejak 2010 ini tidak hanya berfokus pada penanganan fisik sampah regional, tetapi terus meluas hingga menggelar ajang edukasi lingkungan skala internasional melalui Festival Citarum berlingkup ASEAN.

 

Investasi Jangka Panjang Menuju Net Zero Emission

Melalui program KELANA, KLH/BPLH bersama para mitra strategis berupaya menanamkan perspektif bisnis yang berwawasan lingkungan kepada calon-calon pemimpin masa depan bangsa. Taufan meyakini pengalaman langsung di lapangan ini akan membentuk karakter pengambil kebijakan yang adil bagi alam kelak.

​"Rekan Kelana diajari cara berpandangan, proses bisnis dari berbagai perusahaan, kemudian sudut pandang proses bisnis terkait aspek lingkungan, dan semuanya berjalan bersama. Sehingga anak-anak pasti nanti ke depan ketika menjadi orang-orang penting ataupun yang memegang negara ini, pasti dia tidak akan merusak lingkungan. Harapannya rekan-rekan Kelana ini dapat menularkan kepada siswa-siswi yang lain, sehingga Indonesia ke depan, kalau kami di PLN ini, target 2060 net zero emission dapat terealisasi dengan baik," tegas Taufan.

​Dengan tuntasnya rangkaian KELANA Episode 4 di Bening Saguling Foundation, KLH/BPLH optimistis para peserta membawa pulang bekal mental dan wawasan transformatif bahwa kelestarian ekologi dan pertumbuhan ekonomi adalah dua hal yang mutlak harus berjalan beriringan demi masa depan Indonesia.

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image