Nomor: SR.125/HUMAS/KLH-BPLH/6/2026
Jakarta, 11 Juni 2026 - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong para petani dari berbagai sektor untuk bergabung dan berkolaborasi dalam pengembangan proyek kredit karbon sebagai upaya pengendalian emisi gas rumah kaca sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.
“HKTI bisa menginisiasi dan mengumpulkan petani menjadi collective group untuk menggabungkan lahan-lahannya lalu menggunakan metodologi tertentu agar menurunkan emisi yang nanti bisa di klaim kredit karbon dan menjadi tambahan penghasilan bagi petani,” ujar Wamen Diaz.
Pernyataan tersebut disampaikan Wamen Diaz dalam pembukaan acara seminar HKTI Carbon Farming Pilot 2026 yang diselenggarakan oleh KLH/BPLH bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026, bertempat di JICC, Jakarta.
Wamen Diaz menegaskan pentingnya pengembangan teknologi di bidang ketahanan pangan yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan hidup.
“Terkait ketahanan pangan, kita memiliki cadangan beras yang surplus lebih dari 5 juta ton, tapi kita juga harus memperhatikan surplus ini juga tidak mengorbankan lingkungan, saya rasa dengan pengembangan inovasi, ketahanan pangan bisa terwujud tapi dengan cara yang tidak merusak lingkungan, harus terus berdampingan,” tegas Wamen Diaz.
Wamen Diaz menyebutkan metode alternate wetting and drying (AWD) sebagai contoh inovasi pertanian yang dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus menekan emisi gas metana yang dihasilkan dari lahan persawahan.
“Dengan AWD, sawah tidak terlalu basah dan tidak terus kering karena ada sistem monitoring agar level airnya tetap sesuai, kalau sawahnya terlalu basah nanti mengeluarkan gas metana yang lebih banyak dan menguras pupuk lebih banyak, jadi kalau tidak diatur, nitrogen dan metana akan terus keluar ke atmosfer, menumpuk dan membuat bumi semakin panas,” jelas Wamen Diaz.
Selain AWD, Wamen LH Diaz juga menyampaikan pengalamannya saat mengunjungi SPPG II Halim yang memanfaatkan air hasil olahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengairi sawah. “SPPG Halim, kami pernah bekerjasama untuk membantu masalah IPALnya, KLH memberikan IPAL kepada SPPG tersebut dan memberikan pendampingan penggunaannya, sekarang air limbah IPAL bisa untuk mengairi sawah di sekitar SPPG itu, dan sawah ini sudah bisa panen setahun 3 kali.”
Informasi Tambahan:
Turut hadir dalam acara ini adalah Ketua Harian DPN HKTI Mayjen TNI (Purn) Bachtiar Utomo, Direktur Eksekutif Asosiasi Biochar Indonesia Internasional Phil Rickard, Wakil Sekretaris Jenderal HKTI Charles Lumban Gaol, Sekretaris Jenderal Pemuda Tani Indonesia R.S. Soerojo Jr., dan Direktur Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup Haryo Pambudi
Penanggung Jawab:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
Yulia Suryanti
| Telepon | : +62 811-9434-142 |
| Website | : kemenlh.go.id |
| : humas@kemenlh.go.id | |
| : kemenlh_bplh | |
| Youtube | : KLH-BPLH |
| TikTok | : Kemenlh_BPLH |
| X | : KemenLH_BPLH |