Logo

Wamen LH: Pilah Sampah Jadi Kunci Komersialisasi Maggot sebagai Pakan Ternak

07 September 2026 104 Dilihat
Wamen LH: Pilah Sampah Jadi Kunci Komersialisasi Maggot sebagai Pakan Ternak

SIARAN PERS

Nomor: SR.203/HUMAS/KLH-BPLH/9/2026

Jakarta, 7 September 2026 - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak awal untuk memastikan maggot black soldier fly (BSF) memperoleh pakan yang aman, sehingga hasil budidayanya dapat memenuhi baku mutu dan mendukung komersialisasi sebagai pakan ternak. 

“Jika tidak ada pemilahan yang baik maka maggot nya akan makan sampah yang sudah terkontaminasi, dan jika sudah terkontaminasi, maka maggot-nya tidak bisa digunakan untuk pakan ternak sehingga bisnis kecil (penjual maggot) tidak bisa scale-up,” tegas Wamen Diaz. 

Hal tersebut disampaikan Wamen Diaz saat menghadiri Peringatan Hari Jadi ke-81 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Tahun 2026 di Muara Angke, Jakarta Utara, pada Minggu (6/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, TNI AL bekerja sama dengan berbagai instansi untuk menyelenggarakan sejumlah kegiatan, antara lain pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, makan siang gratis, serta aksi pembersihan pantai.

Salah satu rangkaian kegiatan tersebut turut menghadirkan booth KLH/BPLH yang menampilkan berbagai produk ramah lingkungan dari warga Jakarta Utara, termasuk praktik budidaya maggot. Wamen Diaz menilai bahwa pemilahan sampah menjadi langkah penting untuk mengembangkan budidaya maggot agar dapat dikomersialisasikan, memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk pakan ternak serta dapat didaftarkan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 22 Tahun 2017.

“Budidaya maggot yang makan sampah sisa olahan dapur bisa dijadikan pakan ternak, namun ada Permentan Nomor 22 Tahun 2017 yang mengharuskan bahwa jika ingin dijadikan pakan ternak, sampah organik dapur (yang dimakan maggot) harus dipastikan tidak terkontaminasi dengan logam berat atau yang lainnya,” jelas Wamen Diaz. 

Dengan demikian, Wamen Diaz mengapresiasi TNI AL yang turut mendorong kegiatan pemilahan sampah, tidak hanya untuk mengembangkan UMKM, tetapi juga mendukung program prioritas Presiden, seperti waste-to-energy, agar dapat berjalan dengan baik.

“Proses yang dilakukan di hilir seperti waste-to-energy, itu tidak akan jalan tanpa pemilahan di hulu, dengan adanya pemilahan di hulu seperti yang didorong oleh TNI AL, ini menjadi pesan yang sangat berharga untuk kita semua, untuk mendukung industri di hilir,” tutur Wamen Diaz. 

Pada acara tersebut, Wamen Diaz mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, yang menyampaikan ajakan untuk masyarakat dalam mengurangi sampah plastik sebagai bagian dari komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, termasuk lingkungan maritim.

“Kondisi laut sangat luas tapi di beberapa tempat banyak sampah plastik, kami mengajak masyarakat untuk cinta laut dan lingkungan hidup terutama lingkungan maritim dari sungai sampai laut, kita berikan edukasi dan mengajak masyarakat bersama membersihkan lingkungan maritim,” ajak Muhammad Ali. 

Informasi Tambahan:

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut TNI, Laksdya TNI Edwin Rajo Mangkuto. Selain itu, Wamen Diaz turut didampingi oleh beberapa pejabat tinggi KLH/BPLH seperti Staf Ahli Menteri Bidang Sumber Daya Pangan, SDA, Energi dan Mutu Lingkungan, Laksmi Widyajayanti; Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Vinda Damayanti Ansjar; dan Direktur Penanganan Sampah, Melda Mardalina.

Penanggung Jawab:

Kepala Biro Hubungan Masyarakat

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup

Yulia Suryanti 

Telepon: +62 811-9434-142
Website: kemenlh.go.id
E-mail: humas@kemenlh.go.id
Instagram: kemenlh_bplh
Youtube: KLH-BPLH
TikTok: Kemenlh_BPLH
X: KemenLH_BPLH

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image