Jakarta, 5 Februari 2026 — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi kehumasan lingkungan lintas sektor guna menyatukan narasi komunikasi publik dalam menghadapi tantangan lingkungan hidup yang semakin kompleks dan dinamis.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Koordinasi Kehumasan Lingkungan 2026 yang digelar di Jakarta. Forum ini menjadi bagian dari konsolidasi strategi komunikasi publik nasional untuk mendukung perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Staf Ahli Menteri Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya KLH/BPLH, Noer Adi Wardojo, menegaskan bahwa kolaborasi kehumasan bukan sekadar fungsi komunikasi, melainkan instrumen strategis dalam menjalankan kebijakan negara.
“Kolaborasi kehumasan lingkungan merupakan implementasi langsung arahan Presiden RI dan Menteri Lingkungan Hidup. Komunikasi publik harus responsif, mampu mengaitkan kebijakan dengan aksi nyata di lapangan, serta mendorong partisipasi seluruh pemangku kepentingan, khususnya dalam agenda prioritas seperti pengelolaan sampah, aksi bersih nasional, dan penegakan hukum lingkungan,” jelas Noer Adi.
Dalam kesempatan yang sama, KLH/BPLH memaparkan capaian kinerja kehumasan sepanjang tahun 2025 yang mencatatkan hasil signifikan. Sepanjang tahun tersebut, tercatat 6.336 pemberitaan positif di media massa dan media masyarakat—jauh melampaui target nasional sebesar 4.000 pemberitaan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLH/BPLH, Yulia Suryanti, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi institusi dalam menyampaikan kinerja, kebijakan, serta isu-isu strategis lingkungan hidup secara terbuka dan akuntabel.
“Capaian 6.336 pemberitaan positif sepanjang 2025 menunjukkan komitmen kami dalam membangun komunikasi publik yang kredibel dan bertanggung jawab. Informasi lingkungan hidup harus disampaikan secara berkelanjutan agar publik memahami dan terlibat aktif,” ujar Yulia.
Selain capaian pemberitaan, KLH/BPLH juga meraih nilai Keterbukaan Informasi Publik sebesar 88,99 dengan kategori Menuju Informatif, serta Indeks Kepuasan Layanan Kehumasan sebesar 3,1, melampaui target kinerja tahun 2025.
Memasuki tahun 2026, KLH/BPLH menetapkan target ambisius, antara lain 4.500 pemberitaan positif, peningkatan kategori keterbukaan informasi publik menjadi Informatif, serta Indeks Kepuasan Layanan Kehumasan sebesar 3,2. Target tersebut akan didukung melalui optimalisasi website resmi, penguatan siaran pers, dan pemanfaatan media sosial secara strategis.
Melalui penguatan kolaborasi kehumasan lingkungan, KLH/BPLH berharap terbangun keselarasan komunikasi publik antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, dan masyarakat luas. Keselarasan komunikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik, mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.