Kalimantan, 21 September 2026 – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melalui Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Kalimantan secara resmi meluncurkan platform pelayanan publik terpadu berbasis virtual bertajuk SAPE ULIN (Sarana Pelayanan untuk Lingkungan Kalimantan), Jumat (18/9/2026). Inovasi digital ini dihadirkan untuk memangkas hambatan birokrasi, memperkuat koordinasi, serta mengakselerasi Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di wilayah Kalimantan.
Kepala Pusdal LH Kalimantan, Fitri Harwati, menjelaskan bahwa nama SAPE ULIN memadukan kearifan lokal khas Kalimantan. Kata "SAPE" yang diambil dari alat musik tradisional melambangkan niat platform untuk menyapa dan merangkul pemangku kepentingan secara harmonis. Sementara "ULIN" merepresentasikan filosofi kayu besi yang kokoh, sebagai simbol ketahanan sistem integritas birokrasi dan keberlanjutan kelestarian lingkungan.
"Melalui transformasi digital ini, kita memangkas birokrasi yang berbelit, menutup celah maladministrasi, dan memastikan setiap jengkal pelayanan lingkungan hidup berjalan di atas rel integritas yang bersih," tutur Fitri.
Klinik Virtual dan 14 Layanan Teknis Terpadu
Dirancang bukan sekadar ruang diskusi biasa, SAPE ULIN beroperasi sebagai klinik dan ruang pelayanan virtual rutin yang dijadwalkan setiap hari Jumat di minggu ketiga tiap bulannya.
Berdasarkan pemetaan kebutuhan dari para pemangku kepentingan, platform ini langsung membukan 14 Layanan Teknis Terpadu yang siap didampingi oleh tim ahli dan pejabat teknis Pusdal LH Kalimantan. Adapun cakupan layanan SAPE ULIN meliputi sinkronisasi program pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, fasilitasi forum teknis, koordinasi penutupan TPA open dumping, pembinaan ketaatan lingkungan bagi pelaku usaha, pengelolaan sampah, serta pengendalian pencemaran air dan udara.
Platform ini juga menyediakan layanan pembinaan pengelolaan limbah B3 dan Non-B3, bimbingan teknis regulasi, penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup, evaluasi dokumen lingkungan, serta pemantauan kualitas tanah dan lahan, udara ambien, dan air. Layanan tersebut dilengkapi dengan pengawasan lanjutan terhadap pengelolaan limbah B3 dan Non-B3.
Bagi pemerintah daerah, platform ini menjadi jembatan konsultasi langsung tanpa terkendala jarak untuk menuntaskan berbagai agenda prioritas, seperti pengelolaan sampah, Adipura, hingga penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup. Sementara bagi dunia usaha dan masyarakat, SAPE ULIN membuka ruang pembinaan ketaatan serta kolaborasi inklusif yang transparan.
Langsung Bedah Isu Adipura pada Sesi Perdana
Mengawali peluncurannya, SAPE ULIN langsung menggelar diskusi interaktif perdana bertajuk "Jalan Menuju Adipura Melalui Kolaborasi Pemangku Kepentingan Daerah." Sesi ini menghadirkan paparan dari jajaran pimpinan wilayah Pusdal LH Kalimantan, guna membedah mekanisme penilaian Adipura 2026, tata kelola tempat pemrosesan akhir (TPA), serta penguatan peran aktif dunia usaha.
Bagi instansi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, maupun penggiat lingkungan yang ingin mengakses layanan konsultasi, jadwal kegiatan, dan pendaftaran mandiri dapat langsung mengunjungi microsite resmi di pusdalkalimantan.my.canva.site.
Melalui SAPE ULIN Kalimantan, KLH/BPLH berkomitmen untuk terus merespons kebutuhan daerah secara cepat dan tepat, demi mewujudkan tata kelola perlindungan lingkungan yang berkelanjutan di seluruh tanah Borneo.