Logo

Memulihkan Nadi Jambi: KLH/BPLH dan Visi Hijau di Sempadan Batang Hari

05 Februari 2026 161 Dilihat
Memulihkan Nadi Jambi: KLH/BPLH dan Visi Hijau di Sempadan Batang Hari

Muara Jambi, 5 Februari 2026  – Di bawah langit Dusun Tuo, riak Sungai Batang Hari tidak lagi sekadar menjadi saksi bisu sejarah panjang masyarakat Jambi. Pada Selasa, 28 Januari 2026, sungai terpanjang di Sumatra ini menjadi pusat harapan baru. Di sela tanah becek sempadan Desa Pematang Jering, ribuan tangan bersatu membenamkan bibit-bibit kehidupan. Ini bukan sekadar seremoni ulang tahun, melainkan upaya kolektif memulihkan "nadi" Jambi yang kian rentan tergerus zaman.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengambil peran krusial dalam mendukung Gerakan Penanaman Pohon Serentak ini. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi pun bertransformasi menjadi aksi nyata pemulihan ekosistem. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 201.274 batang pohon ditanam serempak di 11 kabupaten/kota. Angka yang masif ini adalah pesan tegas bahwa rehabilitasi lahan dan daerah aliran sungai bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya dukung lingkungan bagi generasi mendatang.

Kehadiran Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Nur Adi Wardojo, yang mewakili Menteri Lingkungan Hidup, menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap inisiatif lokal ini. Di hadapan bentang alam Batang Hari yang ikonik, sinergi lintas sektor tampak nyata saat pemerintah, dunia usaha, hingga pelajar bahu-membahu menanam pohon.

“Gerakan penanaman pohon di sempadan sungai dan areal terbuka memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus melindungi masyarakat dari risiko banjir dan longsor. Kawasan sempadan sungai merupakan ruang penyangga yang harus dijaga agar fungsi ekologisnya tetap optimal,” ujar Nur Adi Wardojo dalam sambutannya yang sarat akan pesan pelestarian.

Bagi masyarakat di Kecamatan Jambi Luar Kota, pohon-pohon yang ditanam hari ini adalah benteng pertahanan masa depan. Sempadan sungai yang kokoh berakar akan menjadi filter alami dan penjaga volume air, mencegah bencana yang kerap mengintai saat musim penghujan tiba. Nur Adi Wardojo kembali mengingatkan bahwa keberhasilan gerakan ini tidak berhenti pada lubang tanam hari ini, melainkan pada komitmen untuk merawatnya hingga tumbuh menjulang.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas lingkungan, pelajar, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan,” tambah Noor Adi dengan nada tegas.

Peringatan HUT ke-69 Jambi ini pun ditutup dengan optimisme. Kehadiran Gubernur, Wakil Gubernur, jajaran Forkopimda, hingga bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi di lokasi menunjukkan adanya kesatuan visi. Melalui Gerakan Penanaman Pohon Serentak ini, Provinsi Jambi tidak hanya merayakan usia, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan daerah yang lebih tangguh dan berketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Batang Hari pun kini memiliki harapan untuk kembali asri, menjadi warisan hijau yang lestari bagi anak cucu nanti.

 

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image