Logo

Wamen LH: Kemajuan Kecerdasan Artifisial Harus Diimbangi Inovasi untuk Menjaga Ketersediaan Air

08 November 2026 148 Dilihat
Wamen LH: Kemajuan Kecerdasan Artifisial Harus Diimbangi Inovasi untuk Menjaga Ketersediaan Air

SIARAN PERS

Nomor: SR.255/HUMAS/KLH-BPLH/11/2026

Jakarta, 8 November 2026 — Guna mengantisipasi ancaman krisis air akibat eksploitasi lingkungan serta masifnya penggunaan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan pusat data, Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong dunia akademik untuk mengembangkan inovasi konservasi air saat memberikan sambutan kuncinya pada forum “Seminar Guru: Water Innovation Festival” di Universitas Indonesia, pada Sabtu (7/11/2026).

​Dalam kesempatan tersebut, Wamen Diaz menyoroti bahwa tantangan baru dalam pengelolaan sumber daya air kini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis untuk menghadirkan riset dan solusi nyata yang dapat diaplikasikan langsung dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

​"Manusia butuh air tapi sumber air sedikit dan kita juga merusak danau dan sungai, air tanah kita eksploitasi berlebihan, lalu kita pakai AI yang akan menghabiskan air, jadi memang kita butuh solusi seperti yang dihasilkan di kampus ini, solusi bagaimana cara konservasi air," jelas Wamen Diaz dalam kegiatan yang turut menampilkan berbagai inovasi konservasi air karya sivitas akademika tersebut.

​Lebih lanjut, Wamen Diaz menjelaskan bahwa operasional pusat data (data center) serta proses pelatihan model AI membutuhkan pasokan air dan listrik dalam skala besar untuk mendinginkan perangkat keras agar terhindar dari panas berlebih.

​"Apa masalahnya dengan AI? data center-nya, mungkin tidak seberapa kalau satu query tapi sebenernya bisa mencapai miliaran per hari dari satu model saja, dan setiap entry membutuhkan air, apalagi kalau AI nya lagi belajar atau training, pasti membutuhkan air dan listrik yang banyak sekali," tutur Wamen Diaz.

​Sebagai langkah konkret pencegahan dari sisi ekologis, pemerintah juga terus memperkuat upaya pemulihan cadangan air nasional melalui pengelolaan ekosistem lahan gambut. Wamen Diaz menegaskan perlunya menghentikan praktik pengeringan gambut melalui pembuatan kanal dan menggantinya dengan pembangunan sekat kanal guna menjaga fungsi hidrologis dan ketersediaan cadangan air tanah.

​"Sekarang lagi banyak dibahas terkait karhutla di lahan gambut yang sebenernya bisa menampung air, tapi yang kita lakukan pada gambut adalah buat kanal, biar air nya keluar dan nanti bisa ditanam sawit, jadi kita harus hentikan ini dan kita buatkan sekat kanal supaya mengembalikan air lagi ke gambut," tegas Wamen Diaz.

​Forum strategis yang turut dihadiri oleh tokoh senior lingkungan hidup sekaligus Menteri Lingkungan Hidup periode 1978–1993, Prof. H. Emil Salim ini menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat kesadaran lingkungan, mengoptimalkan konservasi air, serta memastikan seluruh kebijakan ekologis dapat diimplementasikan secara konsisten demi masa depan Indonesia.

Penanggung Jawab:

Kepala Biro Hubungan Masyarakat

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup

Yulia Suryanti

Telepon: +62 811-9434-142
Website: kemenlh.go.id
E-mail: humas@kemenlh.go.id
Instagram: kemenlh_bplh
Youtube: KLH-BPLH
TikTok: Kemenlh_BPLH
X: KemenLH_BPLH

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image